Konvert.id
← Konvert.id

Landing Page Builder

Builder — Styling Komponen & Responsive Design

Atur styling dan tampilan responsif setiap komponen landing page

Menengah~20 menit

Prasyarat

  • Sudah baca [Tutorial 13 — Builder Overview](/tutorial/builder-overview)
  • Punya LP dengan minimal 2-3 komponen untuk dicoba

Hasil akhir: Kamu bisa styling setiap komponen secara mandiri (margin, padding, background, border, shadow, animasi, custom CSS), mengatur desain global (theme, warna, font), dan memastikan LP tampil baik di desktop maupun mobile. Butuh: LP yang sudah punya beberapa komponen (ikuti dulu Tutorial 13).


Ringkasan

Setiap komponen di builder punya dua lapisan pengaturan:

  1. Properties — konten spesifik komponen (text, gambar, items, dll.)
  2. Style — tampilan visual yang universal untuk semua komponen

Tutorial ini fokus pada lapisan Style plus pengaturan Design level halaman. Semua perubahan style bersifat non-destruktif — kamu bisa ubah dan undo kapanpun.


Bagian 1 — Universal Style Object

Setiap komponen — dari Heading sampai Order Form — punya Style tab yang isinya sama. Ini yang dimaksud "universal style object".

Klik komponen apapun di kanvas → panel kanan → tab Style.

Panel Style di builder — section Spacing, Background, Border

Kenapa penting?

Ini yang membedakan tampilan LP yang biasa vs yang terlihat profesional. Spacing yang tepat, border yang halus, animasi yang subtle — semuanya diatur dari sini.


Bagian 2 — Margin & Padding

Margin dan padding adalah dua pengaturan spacing paling sering dipakai.

section Spacing tab Style — 4 input margin luar dan 4 input padding dalam
section Spacing tab Style — 4 input margin luar dan 4 input padding dalam
Konsep Fungsi Contoh
Margin Jarak komponen dari komponen lain (luar) Beri jarak antara Heading dan Button
Padding Jarak konten dari tepi komponen (dalam) Tambah ruang dalam card

Unit yang tersedia

Kamu bisa ketik langsung nilai dengan unit:

Unit Kapan dipakai
px Ukuran tetap, paling umum
% Relatif terhadap parent — berguna untuk spacing fleksibel
rem Relatif terhadap font size root, bagus untuk konsistensi
em Relatif terhadap font size elemen itu sendiri
vh Relatif tinggi viewport — cocok untuk section full-height
vw Relatif lebar viewport

Rekomendasi praktis: Untuk majority kasus, cukup pakai px. Pakai % atau vh kalau kamu butuh layout yang proportional terhadap layar.

4 sisi independen

Klik ikon link di tengah padding/margin controls untuk unlock 4 sisi secara independen (top, right, bottom, left). Berguna untuk, misalnya, padding bawah yang lebih besar dari atas.

Spacing controls dengan sisi independen terbuka — top: 16px, right: 24px, bottom: 32px, left: 24px
Spacing controls dengan sisi independen terbuka — top: 16px, right: 24px, bottom: 32px, left: 24px

Bagian 3 — Background

Setiap komponen bisa punya background sendiri.

section Background di tab Style — tabs: Color, Gradient, Image
section Background di tab Style — tabs: Color, Gradient, Image

Background Color

Klik tab Color → klik color picker → pilih warna atau ketik hex code.

Untuk warna transparan, set opacity ke 0%. Untuk semi-transparan, set opacity antara 10-90%.

color picker terbuka dengan hex input #f57c00 dan opacity slider di 100%
color picker terbuka dengan hex input #f57c00 dan opacity slider di 100%

Background Gradient

Klik tab Gradient → pilih arah (linear 0°-360°, radial) → set warna start dan end.

Gradient editor dengan direction 135°, warna dari oranye ke merah muda
Gradient editor dengan direction 135°, warna dari oranye ke merah muda

Tip: gradient halus (perbedaan warna tidak terlalu jauh) terlihat lebih elegan dibanding gradient kontras.

Background Image

Klik tab Image → upload gambar atau paste URL.

Pengaturan tambahan setelah pilih gambar:

Setting Opsi
Size Cover (penuh), Contain (muat semua), Custom
Position Center, Top, Bottom, Left, Right, Custom
Repeat No repeat, Repeat, Repeat X, Repeat Y
Overlay Warna di atas gambar (biasanya gelap semi-transparan agar teks terbaca)
Background Image settings dengan gambar hero sudah diupload, Overlay warna hitam opacity 40%
Background Image settings dengan gambar hero sudah diupload, Overlay warna hitam opacity 40%

Bagian 4 — Border

Border memberikan batas visual yang tegas atau halus pada komponen.

section Border di tab Style — width, style (solid/dashed/dotted), color, dan radius controls
section Border di tab Style — width, style (solid/dashed/dotted), color, dan radius controls
Property Pilihan
Width 0-10px (tiap sisi bisa beda)
Style Solid, Dashed, Dotted, None
Color Color picker + opacity
Radius 0-999px untuk rounded corners (tiap sudut bisa beda)

Tips penggunaan border

  • Card product: border: 1px solid, warna abu-abu muda, radius 12px → tampak bersih
  • Highlight section: border kiri tebal (border-left: 4px solid) warna primary → efek aksen
  • Rounded button-style: radius tinggi (misal 999px) untuk bentuk pil
dua komponen side by side — kiri tanpa border, kanan dengan border 1px + radius 12px — perbedaan terlihat jelas
dua komponen side by side — kiri tanpa border, kanan dengan border 1px + radius 12px — perbedaan terlihat jelas

Bagian 5 — Shadow

Shadow menambah kesan depth dan membuat komponen "terangkat" dari background.

section Shadow di tab Style — dropdown preset: None, sm, md, lg, xl
section Shadow di tab Style — dropdown preset: None, sm, md, lg, xl

Pilih preset atau set manual:

Preset Kapan pakai
None Flat design, no depth
sm Sentuhan ringan untuk cards
md Card yang lebih prominent
lg Modal, popup, hero cards
xl Efek dramatis, gunakan sparingly

Prinsip: Kurang lebih lebih baik. Shadow yang terlalu berat membuat LP terasa "berat" dan tidak modern. Gunakan sm atau md untuk mayoritas kasus.


Bagian 6 — Hide on Mobile / Hide on Desktop

Setiap komponen bisa di-hide per device tanpa menghapus.

section Visibility tab Style — toggle Sembunyikan Mobile dan Sembunyikan Desktop
section Visibility tab Style — toggle Sembunyikan Mobile dan Sembunyikan Desktop
Toggle Kegunaan
Sembunyikan di Mobile Komponen tidak muncul di layar < 768px
Sembunyikan di Desktop Komponen tidak muncul di layar ≥ 768px

Kapan berguna

  • Hero image: Tampilkan di desktop, hide di mobile (ganti dengan image kompak atau tidak perlu image)
  • Komponen mobile-only: Buat versi heading lebih kecil khusus mobile, hide versi desktop
  • CTA sticky bottom: Tampilkan hanya di mobile sebagai sticky button
komponen Image dengan toggle "Sembunyikan di Mobile" aktif — ikon mata dicoret di komponen tersebut di kanvas
komponen Image dengan toggle "Sembunyikan di Mobile" aktif — ikon mata dicoret di komponen tersebut di kanvas

Bagian 7 — Animation

Animasi membuat LP terasa hidup dan membantu arahkan perhatian pengunjung.

section Animation di tab Style — dropdown Type, slider Duration, slider Delay
section Animation di tab Style — dropdown Type, slider Duration, slider Delay

Jenis animasi yang tersedia

Animasi Efek
Fade In Muncul perlahan dari transparan
Slide Up Naik dari bawah sambil muncul
Slide Left Datang dari kanan
Slide Right Datang dari kiri
Zoom In Membesar dari kecil sambil muncul

Pengaturan timing

Setting Nilai rekomendasi
Duration 400ms–800ms (terlalu lama terasa lambat)
Delay 0ms–300ms per elemen untuk staggered effect

Tips penggunaan animasi

  • Jangan animasikan semua komponen — pilih yang perlu menarik perhatian (headline, CTA, testimonial)
  • Staggered effect: beri delay berbeda per elemen dalam satu section untuk efek "berurutan masuk"
  • Hindari animasi pada komponen di "above the fold" (bagian yang langsung terlihat saat halaman load) — pengunjung sudah lihat sebelum animasi selesai
3 komponen Testimonial dengan delay animasi berbeda: 0ms, 150ms, 300ms — terlihat di panel kanan masing-masing
3 komponen Testimonial dengan delay animasi berbeda: 0ms, 150ms, 300ms — terlihat di panel kanan masing-masing

Bagian 8 — Custom CSS (Escape Hatch)

Kalau tidak ada pengaturan native yang kamu butuhkan, gunakan Custom CSS.

section Custom CSS di tab Style — textarea kosong dengan placeholder "/* CSS custom untuk komponen ini */"
section Custom CSS di tab Style — textarea kosong dengan placeholder "/* CSS custom untuk komponen ini */"

Kapan pakai Custom CSS

  • Effect yang tidak ada di preset (misalnya gradient text, clip-path)
  • Animasi CSS yang tidak tersedia di animation builder
  • Override style yang tidak bisa diganti dari panel

Kapan jangan pakai

  • Kalau ada pengaturan native yang sudah handle — selalu coba panel dulu
  • Kalau kamu tidak familiar dengan CSS — hasilnya bisa unpredictable di mobile

Contoh yang valid

/* Gradient text */
background: linear-gradient(90deg, #f57c00, #e91e63);
-webkit-background-clip: text;
-webkit-text-fill-color: transparent;

/* Hover scale subtle */
transition: transform 0.2s ease;
/* Kalau perlu set di atas container */
&:hover {
  transform: scale(1.02);
}

Catatan: CSS di sini scoped ke komponen itu saja — tidak bocor ke komponen lain.


Bagian 9 — Page-Level Design Tab

Setelah styling per-komponen, ada pengaturan global di level halaman. Klik tab Design di panel kiri.

panel kiri tab Design — Theme Mode toggle (Light/Dark/Custom), lalu color tokens, font pair, container width
panel kiri tab Design — Theme Mode toggle (Light/Dark/Custom), lalu color tokens, font pair, container width

Perubahan di Design tab berlaku ke seluruh halaman dan menjadi nilai default untuk semua komponen baru yang ditambahkan.


Bagian 10 — Theme Mode

Mode Tampilan
Light Background putih/terang, teks gelap
Dark Background gelap/hitam, teks terang
Custom Kamu set sendiri setiap token warna
toggle Theme Mode tiga opsi — Dark aktif, kanvas berubah ke dark background
toggle Theme Mode tiga opsi — Dark aktif, kanvas berubah ke dark background

Tips: Dark mode bagus untuk produk tech, game, atau brand premium. Light mode lebih aman untuk mayoritas produk.


Bagian 11 — Color Tokens

Setiap theme punya 5 color token yang berlaku global:

Token Fungsi
Background Warna dasar halaman
Foreground Warna teks utama
Primary Warna aksen utama (tombol CTA, link, highlight)
Secondary Warna pendukung
Accent Warna highlight tambahan
5 color token swatches di Design tab — masing-masing dengan color picker, contoh primary color oranye #f57c00
5 color token swatches di Design tab — masing-masing dengan color picker, contoh primary color oranye #f57c00

Mengubah primary color

Klik swatch Primary → color picker → ubah ke warna brand-mu. Semua tombol CTA, highlight, dan elemen primary di LP langsung update.

Prinsip: Gunakan maksimal 2-3 warna utama. Terlalu banyak warna = chaos visual.


Bagian 12 — Font Pair

section Font di Design tab — dropdown Heading Font dan dropdown Body Font, preview teks kecil di bawahnya
section Font di Design tab — dropdown Heading Font dan dropdown Body Font, preview teks kecil di bawahnya
Field Fungsi
Heading Font Font untuk H1-H6
Body Font Font untuk paragraf, label, button
Mono Font (opsional) Font untuk kode, harga, angka

Klik dropdown → cari nama Google Font → pilih → preview langsung berubah di kanvas.

Rekomendasi pasangan: Heading Bold + Body Regular dari keluarga yang sama (Inter/Inter, Poppins/Poppins) selalu aman. Kalau mau kontras, Bold serif heading + clean sans-serif body.


Bagian 13 — Container Width

Lebar maksimal konten LP di desktop.

dropdown Container Width di Design tab — opsi: sm (640px), md (768px), lg (1024px), xl (1280px), full (100%)
dropdown Container Width di Design tab — opsi: sm (640px), md (768px), lg (1024px), xl (1280px), full (100%)
Pilihan Lebar Kapan dipakai
sm 640px Blog, artikel panjang — fokus bacaan
md 768px Landing page dengan konten medium
lg 1024px LP standard, paling umum
xl 1280px LP wide dengan banyak kolom
full 100% Konten edge-to-edge (hati-hati di layar besar)

Di mobile, container otomatis full width.


Bagian 14 — Responsive: Device Toggle

Inilah tempat kamu memastikan LP-mu terlihat baik di semua ukuran layar.

Toggle device di toolbar builder — Desktop, Tablet, Mobile

Cara kerja nilai per-device

stateDiagram-v2
    direction LR
    Default : Nilai Default\n(berlaku semua device)
    Desktop : Override Desktop\n(1280px+)
    Mobile : Override Mobile\n(< 768px)
    
    Default --> Desktop : Kalau ada override desktop
    Default --> Mobile : Kalau ada override mobile
    Default --> Default : Tidak ada override = pakai nilai default
Versi teks (jika diagram di atas tidak muncul)

Cara kerja nilai per-device:

  • Nilai Default — berlaku di semua device kecuali ada override.
  • Override Desktop (1280px+) — hanya aktif saat kamu set nilai di mode Desktop. Menggantikan nilai default untuk layar besar.
  • Override Mobile (< 768px) — hanya aktif saat kamu set nilai di mode Mobile. Menggantikan nilai default untuk layar kecil.
  • Jika tidak ada override untuk suatu device, device tersebut otomatis pakai nilai default.
  • Nilai default berlaku di semua device kecuali ada override
  • Override desktop — set saat device toggle di Desktop
  • Override mobile — set saat device toggle di Mobile
  • Kalau tidak ada override, device itu pakai nilai default

Bagian 15 — Per-Device Value Editing

Langkah praktik

  1. Pilih komponen Heading di kanvas
  2. Device toggle: Desktop
  3. Tab Style → Margin top: 64px
  4. Sekarang switch ke Mobile
  5. Tab Style → Margin top: 32px (lebih kecil karena layar sempit)

Toggle device di toolbar builder — Desktop, Tablet, Mobile

Perubahan di Mobile view tidak mempengaruhi Desktop view.

Hal yang sering perlu disesuaikan per-device

Property Desktop Mobile
Font size heading 48-64px 28-36px
Padding section 80px atas/bawah 40px atas/bawah
Padding container 0px 16-24px kiri/kanan
Gap antar komponen 48px 24px

Bagian 16 — Resep Responsive: Hero Mobile vs Desktop

Ini contoh konkret paling umum: hero yang tampil beda di mobile dan desktop.

Desktop: Side by side

[ Text & CTA ]  |  [ Gambar produk ]

Mobile: Stack vertikal

[ Gambar produk ]
[ Text & CTA    ]

Cara implementasi di builder

  1. Buat section hero dengan 2 kolom (kiri: text, kanan: gambar)
  2. Di Desktop view: layout 2 kolom normal
  3. Switch ke Mobile view: ubah layout kolom jadi stack (1 kolom), reorder gambar ke atas
  4. Atau: buat 2 versi komponen (satu for desktop, satu for mobile) → toggle Hide on Mobile / Hide on Desktop
kanvas mobile view menampilkan hero dengan gambar di atas dan text+CTA di bawah — berbeda dari desktop view
kanvas mobile view menampilkan hero dengan gambar di atas dan text+CTA di bawah — berbeda dari desktop view

Bagian 17 — Test Responsive

Setelah styling dan responsive selesai, selalu test:

Test di builder

  1. Switch device toggle ke Mobile → cek semua section satu per satu
  2. Switch ke Tablet → spot-check layout medium
  3. Switch balik ke Desktop → pastikan tidak ada yang berubah
device toggle berpindah dari Desktop ke Mobile — kanvas menyesuaikan, tampak stacking vertical
device toggle berpindah dari Desktop ke Mobile — kanvas menyesuaikan, tampak stacking vertical

Test di browser

  1. Klik Preview di toolbar
  2. Di tab preview, buka DevTools browser (F12)
  3. Klik ikon device/responsive di DevTools
  4. Test beberapa ukuran: iPhone SE (375px), iPhone 14 (390px), iPad (768px)

Kanvas builder dalam mode preview mobile

Checklist responsive

Sebelum publish, pastikan:

  • Heading terbaca (tidak terpotong atau terlalu kecil)
  • Tombol CTA mudah di-tap (minimal 44px height)
  • Gambar tidak memotong bagian penting
  • Form fields tidak terlalu sempit untuk diketik
  • Tidak ada horizontal scroll
  • Jarak antar elemen cukup (tidak terlalu rapat)

Selanjutnya

Styling sudah — saatnya atur SEO dan tracking sebelum publish:

Referensi lain:

Siap buat landing page pertamamu?

Daftar Konvert gratis dan mulai jualan online hari ini.

Daftar Sekarang